Popular Post

Archive for Maret 2014

Tangisan Seorang Anak

By : Unknown
Sedikit certa yang baru saja ku alamami...

sungguh menyedihkan anak ini sesungguhnya dia tak berdosa dan sesungguhnya dia tak bersalah, tapi kenyataan yang harus dia terima, ketika anak-anak di usianya di sibukkan dengan belajar sambil bermain, tapi apa yang di rasakan anak ini sangat jauh dari kata anak-anak apalagi kata bahagia..

Di usianya yang sangat kecil bahkan begitu kecil  untuk merima segala siksaan yang dia terima, sungguh kejam orang tua itu yang dengan senganja memukul anaknya, saya pun sempat bertanya kepadanya, "itu ada apa dik, kok sampai lebam begitu...?"
dengan suara keciln dan wajah polsnyaya di menjawab: "dapat pukul dari ayah.." 

- emang ibunya di mana...?
- ada dirumah juga...?
dan aku pun terdiam, kutarik nafasku dengan sangat dalam, sambil kupandang wajahnya yang penuh memar dan luka, kedua matanya membiru dan seluruh mukanya penuh dengan gorsan luka, hati ku menangis aku tak tahan melihat anak itu, tak sadar ait mata ini metes mengalir membasahi pipi ini. lalu dia pun pulang kerumah, dan setelah sampai dirumah aku mendengar suara tangisan dari bibir masinya lagi, entah apa lagi yang di lakukan kan kedua orang tuangaya kepadanya, setelah kucari tahu kepada anak itu bisa mendapat pukul dari sang ayah, ternyata sungguh lagi-lagi aku tak menyangka, hanya karena dia tidak bisa membersihkan kotorannya saat buang air dia di pukuli samapai begitu, aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku, sambil berdo'a untuk anak itu dan kedua orang tuanya.. fakta demi fakta kuterima dari berbagai sumber, dan semuanya tidah ada yang baik, anak itu selalu dapat pukul dari kedua orangtuanya bahkan diapun sering tidak mendapatkan makan, sungguh amat mirih mendengar semua fakta yangkudapatkan tentang anak itu. aku bertanya pada diriku sedinri..
Apakah orang tuatidak ada hati lagi, sampai dengan tega melakukan hal seperti itu, dikala banyak orang yang merindukan akan hadirnya sosok anak di tengak keluarga kecil mereka... apa yang salah ya allah samapi orang tauanya melakukan hal seperti itu, dia hanyalah seorang anak yang tidak tahu apa-apa, ingin rasanya aku ambil anak itu dan kubesarkan tapi apalah daya, akupun tak berhak melakukan itu....
sebagai sorang anak aku juga ingin anak itu merasakan apa yang kurasakkan, hidup ditengah-tengah keluarga yang menyayangiku, mempunyai kedua orang tua yang selalu memperhatikanku, walaupun kini kami tidak bersama karena jarak yang memisahkan, namun rasa kasih sayang mereka tetap masih bisa rasakan, hangatnya pelukaanmereka di saat aku sakit masih sangat terasa.
Seandainya aku bisa, aku ingin anak itu merasakan apa yang kurasakan, pukulan diganti dengan belaian halus dari keduanya, cacian dan makian diganti dengan do'a, amarah diganti dengan pelukan kasih sayang dari keua orangtuanya, sungguh indah ketka saya melihat itu, semoga si anak di beri kekuatan dan keikhlasan untuk menjalani hidupnya dan selalu taat kepada kedua orangtuanya, serta harapan ku tercapai tentang anak itu. Merasaakn Apa yang kurasakan ketika aku masih kecil...


AMBON, Maret 2014



Aku Juga Seorang Anak

- Copyright © Cerita Para Galauwers - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Aris -