- Back to Home »
- Cerita Si Anak Desa
Posted by : Unknown
Selasa, 11 Februari 2014
Hanya bermodalkan uang 2jt itupun didapat dari beasiswa
serang anak dari desa memberikan dirinya untuk berkuliah di kampus yang sangat
terkenal yaitu ITB, namun tidak semudah itu dia bisa masuk ke kampus itu maklum
dengan uang segitu mana bisa masuk ke salah satu kampus ternama di Indonesia
tersebut. Banyak sekali halangan dan rintangan yang dia lalu, mulai dari oarang
tua, maklum dia hanya seorang anak petani itupun hanya satu tahun sekali dia
orang tuanya bisa penen padi ya kalau hasilnya bagus dapetnya lumayan kalau
ngak bagus ya gitu... untuk makan sehari2 aja masih harus berjuang, apalagi
untuk biaya kuliah... namun dia dengan tekad dan keinginan yang kuat
memberanikan diri unruk bilang kepada kedua orang tuanya “ pak, buk adek dapet
uang beasiswa 2jt, terus tadi adek ikut sosialisai tentang program alih jenjang
dari D3 ke D4 di ITB boleh ngak uang ini untuk biaya adek ikut program itu,
adek pengen pak kulaih di sana, siapa tau dapet beasiswa...”. Pertama mendengar
itu kedua orang tuanya pun langsung tarik nafas dalam, mereka beilang ke
anaknya “nak bapak dan ibu hanya seorang petani yang punya uang hanya setahun
satukali itupun kalau panen kita barehasi, kalau gagal untuk makan saja susah
nak, kamu cari kerja saja lah bantu-bantu kami siapa tau kelak ada yang mau
meneruskan kamu kuliah, iya kalau dapet beasiswa kalau tidak gimana pakai apa
mamak sama bapak bayarnya...” diapun terdiam dan wajahnya berubah agak kecewa
dan didalam hatinya berbicara “kenapa si anaknya mau sekolah kok ngak bisa....”.
dia pun langsung masuk kamar dan ngak keluar2 lagi... di dalam kamar dia
merenungkan apa yang diaktakan ibunya, dan dia berfkir “ kenapa aku seperti ini
kenapa aku malah marah kepada meraka, mereka telah berjuang sampai saya bisa
menyelesaikan D3 kenapa saya ngak bersyukur dengan ini, masak dengan ini saya
harus marah dengan kedua orang tuaku.” setelah itu dia langsung ambil wudhu dia
sholat dan menceritakan semua permasalahannya kepada allah, dia certakan
semuanya tentang keinginan dia yang ingin melnjutkan kuliah, dalam do’anya dia
bilang “ ya allah saya ingin sekali ngelanjutin kuliah di kampus itu, namun
kedua orangtuaku ngak sanggup untuk membiayaiku untuk berkuliah di situ,
tunjukkan ya allah apa yang harus aku lakukan, jika memang aku di izinkan untuk
kuliah di sana tunjukkan kan kepada ku yallah caranya, dan berikan kemudahan
kepadaku dan keduaorangtuaku untuk mencari biaya untuk ku kuliah yaallah dan
jikalau engkau tidak mengizinkan aku utnuk berkuliah disana tolong ikhlaskan
lah hati ku ini ya allah jangan ada perasangka yang buruk dalam diriku ini,
ampunilah dosaku ya allah.” Ke esokan harinya dia pun meminta maaf kepada
orangtuanya karena telah narah dengan mereka walupun itu hanya dalam hati, tapi
yang namanya orang tua pasti tahu kalau kita marah dengan mereka. Setelah hari
itu dia pun telah tidak memikirkan hal itu lagi dia hanya fokus untuk
menyelesaikan kuliah D3nya, dan membatu kedua orantuanya di sawah, di dalam
hainya mungkin bukan sekarang saya bisa kuliah disana, mungkin allah telah
merencanakan yang indah di dalam hidupku... seelah dia sidang diapun mencoba
melamar ke beberapa perusahan yang juga berada di daerahnya, dia pun sudah
melupakan keinginya untuk melanjutkan kuliah, namun hari itu dia melihat
temanya berangkat untuk ikut mendaftar ke kampus tersebut, dia hanya tersenyum
dan berdo’a dalam hatinya “ ya allah aku ingin seperti mereka....” dia teringat
kembali untuk tntang keinginannya, keesokan harinya dia membantu bapak dan ibu
nya di sawah, dengan rasa takut menyakiti hati kedua orang tuanya, di sela
waktu isatiraha dia bicara sambil bercanda dengan kedua oarangtuanya, “pak, buk
temenku jadi melanjutkan kuliah ke ITB, raut muka mereka pun langsung berubah,
dan mereka terdiam sejenak entah apa yang mereka pikirkan diapun merasa kalau
katanya membuat mereka terluka, dan si bapakpun bialg.. “le ya biarin aja
mereka berangkan, mereka kan orang tuanya mampu, sedangkan bapak dan mamak adek
tahu sendirikan giman...?” dia pun terdiam sambil menarik nafas sambil
mengalihkan topik agar kedua orangtuanya ngak memikirkan hal itu lagi, dia pun
certia yang lucu berharap kedua orangtuanya melupakan kata-katanya tadi.
Singkatnya pas hari itu bertepatan denganhari jum’at hari terakhir pendaftaran
untuk masuk k ITB... dan hari itu adalah hari yang sangat tidak terduga, kedua
orang tuanya pun memperbolehkan dia untuk kuliah di sana, setelah mendengar itu
dia langsung terdiam sejenak, karena bingung antara percaya dan tidak percaya,
dia langsung memeluk kedua orangtuanya dan mengucapka terimakasik kepada
keduanya, dalam hatinya bialang..” terimakasih ya allah, engkau telah
mendengarkan do’a-do’a ku... sungguh indah cara mu...” dia pun langusng
menelphone panitia penerimaan mahasiswa baru dan alhamdulilah masih bisa
mendaftar walaupun tidak langsung kesana, pada hari itu dia melengkapi semua
persyaratan dan langsung mencari tiket untuk berangkat mengejar cita-citanya...
setelah sholat jum’at diapun berpamitan ke kedua orang tuanya, degan rasa berat dan haru mereka melepaskan kepergiannya kerna baru kali anaknya merantau jauh dari orang tuanya, dan mereka pun berpesan “dek jaga diri baik-baik ya, adek harus rajin belajar, sholat jangan lupa ya, jangan fikirkan soal uang kulaih nanti insyaalah ada jalanya kok adek belajar aja ya, jangan sia-siakan kesempatan ini, awas di tempat orang harus baik2 ya, bapak sama mamak selalu mendo’akan adek, tinggal adek harapan kami jangan kecawain yo dek. Ini mamak ada uang sedikit kalu di jalan ada apa-apa dijalan...”
dengan berlinang air mata ibunya pun memeluk dan menciun keningnya...
dengan tekat yang kuat dan pesan dari kedua orangtuanya diapun berangkat menuju ke jakarta tempat pertama kali dia belajar... di dalam perjalan dia pun masih tidak percaya kalau dia bisa ikut program tersebut. Ya allah terimakasih banyak engkau telah memberikan ku kesempatan untuk menuntut ilmu di sana, insyaalah aku tidak menyia-nyiakan ini, dan tolong ya allah lindungilah hamba dan teman-teman hamba agar tidak terjerumus kejalan maksiat, dan melanggar larangan-laranganmu, tunjukkan kami ke jalan yang lurus ya allah, sesungguhnya saya mahluk biasa yang sangat memerlukan pertolongan dan bimbinganmu, berilah hamba teman yang nenuntun ku untuk lebih dekat kepadamu.. aamiin...
setelah sholat jum’at diapun berpamitan ke kedua orang tuanya, degan rasa berat dan haru mereka melepaskan kepergiannya kerna baru kali anaknya merantau jauh dari orang tuanya, dan mereka pun berpesan “dek jaga diri baik-baik ya, adek harus rajin belajar, sholat jangan lupa ya, jangan fikirkan soal uang kulaih nanti insyaalah ada jalanya kok adek belajar aja ya, jangan sia-siakan kesempatan ini, awas di tempat orang harus baik2 ya, bapak sama mamak selalu mendo’akan adek, tinggal adek harapan kami jangan kecawain yo dek. Ini mamak ada uang sedikit kalu di jalan ada apa-apa dijalan...”
dengan berlinang air mata ibunya pun memeluk dan menciun keningnya...
dengan tekat yang kuat dan pesan dari kedua orangtuanya diapun berangkat menuju ke jakarta tempat pertama kali dia belajar... di dalam perjalan dia pun masih tidak percaya kalau dia bisa ikut program tersebut. Ya allah terimakasih banyak engkau telah memberikan ku kesempatan untuk menuntut ilmu di sana, insyaalah aku tidak menyia-nyiakan ini, dan tolong ya allah lindungilah hamba dan teman-teman hamba agar tidak terjerumus kejalan maksiat, dan melanggar larangan-laranganmu, tunjukkan kami ke jalan yang lurus ya allah, sesungguhnya saya mahluk biasa yang sangat memerlukan pertolongan dan bimbinganmu, berilah hamba teman yang nenuntun ku untuk lebih dekat kepadamu.. aamiin...