Popular Post

Archive for Februari 2014

Seamolec

By : Unknown
Assalamualaikum...

Hai-Hai para blogers yang lagi galau ria, dari pada galau ngak jelas mikirin si dia, lebih baik coret2 di blog...
Ok sahabat blogers yang galau kali ini saya akan sedikit share ni tentang seamolect, Ok sebelum kita lanjut cerita sedikit share ni apa itu seamolec..? langsung saja... 

SEAMEO SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara. SEAMOLEC berpusat di Indonesia dan bekerjsama dengan Departemen Pendidikan Nasional, khususnya institusi yang menyelenggarakan PJJ maupun institusai pendukung program. Alamat lengkap dari SEAMOLEC adalah: Kompleks Universitas Terbuka Jl. Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang 15418 PO BOX 59/CPA Ciputat 15401, Jakarta, Indonesia Tlp. (62-21) 7422184, 7423725, 7424154 Fax. (62-21) 7422276 Informasi lebih detail, silakan membuka http://www.seamolec.org.

Saya harus mengucapkan banyak terimaksih untul institusi ini karana telah banyak sekali yang diberikan kepada saya, saya tidak pernah bermimpi bisa berkuliah di ITB namun berkat adanya program ahli jenjang D3 ke D4 yang diadakan Seamolec saya mendapat kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus tersebut, tidak hanya di situ saya sebelum masuk ke kampus ITB banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang mereka berika kepada saya misalnya saja pada saat baru pertama masuk ke SEAMOLEC sebulum pendidikan di ITB banyak sekali pelajaran yang diberikan tidak hanya materi-materi perkuliahan tapi juga tenatang bagai kehidupan, tentang kebersamaan, kedisiplinan, kerja keras, serta mengambil kesempatan yang ada. saya ingat sekali pada saat pertama kali masuk ke seamolec kesan yang pertama di benakku "wah bisa ngak ya ngejalani ini" karena sama kayak yang lain pas belum sampai di seamolec saya juga denger2 dari orang tentang seamolec, setelah saya masuk di sana dan menjali hari2 disana Enak kok banyak perubahan yang saya alami, bukan bermaksud membadingkan atau gimana ya, kalau di Seamolec emang harus ada sedikit kerja keras agar kita bisa melewati hari-hari di sini namun kerjakeras itu sebanding kok dengan apa yang kita dapatkan bahkan bisa lebih dari apa yang telah kita lakuin, hari terakhir di seamolect kita ada outbound disana kita di pupuk untuk saling kerjasama, saling perjacasa sesama teman, serta kita di perintahkan untuk menjual suatu produk yang mungkin harganya hanya Rp1000 namun disini mereka memberikan harga minimal Rp50.000, dalam benakku berfikir "Apa 50.000 gila ni apa mungkin bisa" nah di situlah titik terberatnya, bagaimana bisa sebuah produk yang biasanya 1000 bisa jadi 50.000, otakku berfikir keras sehabis magrib mulai kami beredar di jalan2 untuk menjual pena tersebut, namun apalah daya saya hanya mampu mejual pena tersebut dengan harga 20000 perbuah dan saya mendapatkan 40000 untuk 2 buah pena yang bisa saya jual ya ngak apalah yangpenting ada usaha,  setalah saya kulaih di ITB semua yang saya lauin itu sangat membantu saya padasaat kita belajar di ITB, mulai dari kebersamaan, kerja keras, dan tanggung jawab, ada yang lebih mengejutkan lagi, sekarang saya dan 32 teman saya yang belajar di ITB berkesempatan untuk magang di 32 polda yang ada di seluruh indonesia, saat ini saya pun sedang berada di Ambon, Maluku untuk magang di polda Maluku, ya lumayan lah selain belajar sekalian jalan2 gratis lah, menemui saudara2 ku yang ada di maluku...
ha.aaaaaaaaa

ok deh begitulah pengalaman ku di seamolec berhubung saya masih kuliah di ITB baru ini yang bisa saya share kita tunggu kejutan apalagi yang duberikan Seamolect ke saya...
jangan lupa di isi post komentar ada di bawah, insyaalah menerima kritik dan saran dengan legowo...

Terimakasih


Galeri Inseamo


Cerita Si Anak Desa

By : Unknown
Hanya bermodalkan uang 2jt itupun didapat dari beasiswa serang anak dari desa memberikan dirinya untuk berkuliah di kampus yang sangat terkenal yaitu ITB, namun tidak semudah itu dia bisa masuk ke kampus itu maklum dengan uang segitu mana bisa masuk ke salah satu kampus ternama di Indonesia tersebut. Banyak sekali halangan dan rintangan yang dia lalu, mulai dari oarang tua, maklum dia hanya seorang anak petani itupun hanya satu tahun sekali dia orang tuanya bisa penen padi ya kalau hasilnya bagus dapetnya lumayan kalau ngak bagus ya gitu... untuk makan sehari2 aja masih harus berjuang, apalagi untuk biaya kuliah... namun dia dengan tekad dan keinginan yang kuat memberanikan diri unruk bilang kepada kedua orang tuanya “ pak, buk adek dapet uang beasiswa 2jt, terus tadi adek ikut sosialisai tentang program alih jenjang dari D3 ke D4 di ITB boleh ngak uang ini untuk biaya adek ikut program itu, adek pengen pak kulaih di sana, siapa tau dapet beasiswa...”. Pertama mendengar itu kedua orang tuanya pun langsung tarik nafas dalam, mereka beilang ke anaknya “nak bapak dan ibu hanya seorang petani yang punya uang hanya setahun satukali itupun kalau panen kita barehasi, kalau gagal untuk makan saja susah nak, kamu cari kerja saja lah bantu-bantu kami siapa tau kelak ada yang mau meneruskan kamu kuliah, iya kalau dapet beasiswa kalau tidak gimana pakai apa mamak sama bapak bayarnya...” diapun terdiam dan wajahnya berubah agak kecewa dan didalam hatinya berbicara “kenapa si anaknya mau sekolah kok ngak bisa....”. dia pun langsung masuk kamar dan ngak keluar2 lagi... di dalam kamar dia merenungkan apa yang diaktakan ibunya, dan dia berfkir “ kenapa aku seperti ini kenapa aku malah marah kepada meraka, mereka telah berjuang sampai saya bisa menyelesaikan D3 kenapa saya ngak bersyukur dengan ini, masak dengan ini saya harus marah dengan kedua orang tuaku.” setelah itu dia langsung ambil wudhu dia sholat dan menceritakan semua permasalahannya kepada allah, dia certakan semuanya tentang keinginan dia yang ingin melnjutkan kuliah, dalam do’anya dia bilang “ ya allah saya ingin sekali ngelanjutin kuliah di kampus itu, namun kedua orangtuaku ngak sanggup untuk membiayaiku untuk berkuliah di situ, tunjukkan ya allah apa yang harus aku lakukan, jika memang aku di izinkan untuk kuliah di sana tunjukkan kan kepada ku yallah caranya, dan berikan kemudahan kepadaku dan keduaorangtuaku untuk mencari biaya untuk ku kuliah yaallah dan jikalau engkau tidak mengizinkan aku utnuk berkuliah disana tolong ikhlaskan lah hati ku ini ya allah jangan ada perasangka yang buruk dalam diriku ini, ampunilah dosaku ya allah.” Ke esokan harinya dia pun meminta maaf kepada orangtuanya karena telah narah dengan mereka walupun itu hanya dalam hati, tapi yang namanya orang tua pasti tahu kalau kita marah dengan mereka. Setelah hari itu dia pun telah tidak memikirkan hal itu lagi dia hanya fokus untuk menyelesaikan kuliah D3nya, dan membatu kedua orantuanya di sawah, di dalam hainya mungkin bukan sekarang saya bisa kuliah disana, mungkin allah telah merencanakan yang indah di dalam hidupku... seelah dia sidang diapun mencoba melamar ke beberapa perusahan yang juga berada di daerahnya, dia pun sudah melupakan keinginya untuk melanjutkan kuliah, namun hari itu dia melihat temanya berangkat untuk ikut mendaftar ke kampus tersebut, dia hanya tersenyum dan berdo’a dalam hatinya “ ya allah aku ingin seperti mereka....” dia teringat kembali untuk tntang keinginannya, keesokan harinya dia membantu bapak dan ibu nya di sawah, dengan rasa takut menyakiti hati kedua orang tuanya, di sela waktu isatiraha dia bicara sambil bercanda dengan kedua oarangtuanya, “pak, buk temenku jadi melanjutkan kuliah ke ITB, raut muka mereka pun langsung berubah, dan mereka terdiam sejenak entah apa yang mereka pikirkan diapun merasa kalau katanya membuat mereka terluka, dan si bapakpun bialg.. “le ya biarin aja mereka berangkan, mereka kan orang tuanya mampu, sedangkan bapak dan mamak adek tahu sendirikan giman...?” dia pun terdiam sambil menarik nafas sambil mengalihkan topik agar kedua orangtuanya ngak memikirkan hal itu lagi, dia pun certia yang lucu berharap kedua orangtuanya melupakan kata-katanya tadi. Singkatnya pas hari itu bertepatan denganhari jum’at hari terakhir pendaftaran untuk masuk k ITB... dan hari itu adalah hari yang sangat tidak terduga, kedua orang tuanya pun memperbolehkan dia untuk kuliah di sana, setelah mendengar itu dia langsung terdiam sejenak, karena bingung antara percaya dan tidak percaya, dia langsung memeluk kedua orangtuanya dan mengucapka terimakasik kepada keduanya, dalam hatinya bialang..” terimakasih ya allah, engkau telah mendengarkan do’a-do’a ku... sungguh indah cara mu...” dia pun langusng menelphone panitia penerimaan mahasiswa baru dan alhamdulilah masih bisa mendaftar walaupun tidak langsung kesana, pada hari itu dia melengkapi semua persyaratan dan langsung mencari tiket untuk berangkat mengejar cita-citanya...
setelah sholat jum’at diapun berpamitan ke kedua orang tuanya, degan rasa berat dan haru mereka melepaskan kepergiannya kerna baru kali anaknya merantau jauh dari orang tuanya, dan mereka pun berpesan “dek jaga diri baik-baik ya, adek harus rajin belajar, sholat jangan lupa ya, jangan fikirkan soal uang kulaih nanti insyaalah ada jalanya kok adek belajar aja ya, jangan sia-siakan kesempatan ini, awas di tempat orang harus baik2 ya, bapak sama mamak selalu mendo’akan adek, tinggal adek harapan kami jangan kecawain yo dek. Ini mamak ada uang sedikit kalu di jalan ada apa-apa dijalan...”
dengan berlinang air mata ibunya pun memeluk dan menciun keningnya...
dengan tekat yang kuat dan pesan dari kedua orangtuanya diapun berangkat menuju ke jakarta tempat pertama kali dia belajar... di dalam perjalan dia pun masih tidak percaya kalau dia bisa ikut program tersebut. Ya allah terimakasih banyak engkau telah memberikan ku kesempatan untuk menuntut ilmu di sana, insyaalah aku tidak menyia-nyiakan ini, dan tolong ya allah lindungilah hamba dan teman-teman hamba agar tidak terjerumus kejalan maksiat, dan melanggar larangan-laranganmu, tunjukkan kami ke jalan yang lurus ya allah, sesungguhnya saya mahluk biasa yang sangat memerlukan pertolongan dan bimbinganmu, berilah hamba teman yang nenuntun ku untuk lebih dekat kepadamu.. aamiin...

Selalu Ada Berkah Dibalik Musibah...

By : Unknown

Tepat tanggal 4 Februari 2014 pukul 01:00 WIT untuk pertamakalinya saya masuk rumah sakit dan untuk pertamakalinya jarum infus menusuk kulit saya (maklum ngak ada daging jadi nyebutnya kuli aja. Ha.aaaaaaaa).
Penasaran mengapa itu bisa terjadi...?
sama aku juga...

Ceritanya tu gini ya para blogers, ya pada hari itu tepatnya tanggal 3 februari 2014 kerjanya full seharian bener aku ngantor pulangnya pun sore sekitar jam 5.an gitu dah gara2 nungguin jemputang ngak dateng2 ujungnya naik ojek karena ngak sabar nunggu (malah curhat...)
(Emang curhat kali ya..) lanjut  baru 5 menit istirahat sok mau bantuin ngangkat2 barang di kos padahal udah kelaperan tu karena siang lupa makan maklum lagi sibuk... ha,aaaaaa
sesudah itu terus mandi dan tak lupa menggosok gigi, serta sholat magrib sekitah jam 7.00 WIT setalah itu ya namanya anak muda ya chating2an lah di F* dan Wats** terus ngak lama kemudian fb ku matiin soalnya beritanya ngak pada penting isinya curhatan orang semua sama pasang2 photo kemesraan mereka, buat iri orang aja (dalam hati ya enak kalau jadi kalau ngak jadi mampus lo makan tu foto berdua...). masang muka sinis kayk di sinetron2 gitu deh... terus ngelanjutin bls WA dari fans2 gw yang fanatik gitu (sok keartisan), ya dari temen gitu sebut aja namanya si ENENG soalnya aku manggilnya ENENG udah panjang lebar di kan cerita2 tentang liburannya ke cirebon (kita skip aja ya soalnya panjang) dan pas akhirnya dia bilang gini bang temen mu ada yang mau balikan, karena saya anak terakhir jadi jiwa kepoers saya langsung muncul....

aku     : siapa neng ? (dengan emotikon penasaran dan rasa bersemangat)
eneng   : itu temen mu yang kecirebon...?
aku     : oh b**** ya, dengan siapa...?
               dengan si f**** atau I*** ? (mulai keponya pun langsung signalnya full)
eneng   : abang kok tau semua si dengan mantanya.
               kalau aku si setujunya dengan si I***, tpi kayaknya kemarin pas kumpul si F**** kayak
               mengharep gitu bang.
aku     : kalau andri mah setujunya sama si “I” soalnya mereka putusnya juga hanya masalah sepele
               hanya miskomunikasi aja neng, lw si “F” mah lihat dari wajahnya n denger mereka putusnya
               kemarin ngak suka akunya mah diengan dia sok kecakepan banget...
eneng   : hayo bang andri keponya keluar...
              iya si bang kalau dengan si fitri aku juga kurang...

Setelah panjang lebar cerita bahas si b**** dengan si I*** kita alihkan pembicaran...
baru aja dua kali bales2an insiden pun terjadi...
Ket ibu = ibu kos, mas = pak polisi teknisi di polda MALUKU, jekpot = muntah, nabung = bab

pertamanya kepala mulai pusing sama mual, setelah itu akunya sakit perut kukira masih biasa mau nabung, ya nabung lah eh setelah itu langsung jekpot satukali, masih dianggep biasa 2 terus nabung lagi n jekpot lagi (mulai agak takut) eh keterusan mulai dari jam 9 atau jam 10.an lah sampe jam 12:30 WIT sampe badan ngak kuat lagi berdiri pokonya ngak berenti2 jekpot nabung, udah itu dengan badan lemah ngak berdaya mencoba ngtok pintu kamarnya ibu tok-tok-tok bu..bu..bu...
ngak ada respon pas mau ngetok lagi eh jekpot-jekpot lagi de depan kamarnya sampe yang di keluarin itu kayak darah tapi entah lah itu apa soalnya jijik baunya juga ya ampun, karena mendengar saya jekpot terus ibu pun keluar, kenapa nak,,, kamu sakit apa,,,?
ini udah bisaya ya seperti ini,,,?
aku pun bilang belum pernah bu baru kali ini ngalamain yang kayak gini, terus itu apa  jekpot darah ya, ngak tau bu, cz mata udah ngak sanggup lagi terbuka, langsung aku di ajak ke kamarku di sana air dari jekpot udah banjir di kamar kost ku... (untungnya beliau ngak marah kan lucu kalau dimarahi pas sakit gini) kamu dari tadi ya, kenapa ngak bilang dari tadi si nak ya udah tunggu sebentar saya telfon mas mu dulu... terus si ibu nelfon si mas menyuruh untuk datang kerumah, masnya pun datang padahal anaknya di rumah juga sama lagi jekpot2 juga tapi beliau memilih untuk menolong saya katanyasi kasihan anak orang. Sampainya di kost dia langsung ke kamarku dengan wajah yang sedikit cemas dia mencoba untuk mengurut2 belakangku, saya masih jekpot dan beliau pun kena zong terkena serpihan2 dari jekpot yang ku keluarkan, dengan wajah paniknya ibu pun mangil mas2 TNI yang sedang berjaga di pos (maklum kost ku deket dengan kantor jaga TNI dan tetangga kost ku jga semuanya anggota TNI),
lanjut !!!
pertama datang, itu hanya satu atau dua orang lah namun yang masuk ke kamar hanya satu yang bagian kesehatan di TNI disana dia langsung memberikan saya oralid katanya terus 2 buah pil ngak tw pil apa langsung tak minum aja padahal sebelumnya udah di kasi obat sama si ibu, pikirku yang penting perutku enakan lah, ngak mikir tu mau OD atau ngak... terus mau jekpot lagi kan terus kata masnya di tahan aja, tarik nafas yang dalam terus keluarin... setelah itu di suruh berbaring dan baru beberapa detik berbaring jekpot lagi jadi semua obat2 tadi keluar lagi, aku hanya bisa berzikir dalam hati dan pasrah mau diapain aja dengan mas TNInya.
Terus kata mas TNI udah ibu adiknya di bawa ke RS aja kasiha anaknya kalau gini terus badanya juga kayaknya udah ngak kuat lagi... dalam hatiku tidaaaaaakkkkkkkkk jangan rumah sakit dong nanti di suntik... karena aku mah takut dengan jarum suntuk he.eeeeeee, ya dengan badan lemah di boponglah sampai ke motor langsung di bawa kerumah sakit eh pas di luar kamarku ternyata banya orang yang melihatku semua saudara2ku semuanya keluar dan mengantarku ke rumah sakit... subhanallah sekali...
maha besar Allah dengan segala kebaikan dan rahmatnya....
ngak nyangka baru juga satu bulan di sini dan belum juga banyak kenal tapi mereka dengan senang hati bahkan di malam hari mereka mau bangun dari tidurnya untuk melihat keadaanku yang sedang sakit serta mengantarkaku kerumah sakit, dalam hal kecil ku ya allah terimakasih ya allah walaupun saya sangat jauh dari tanah kelahiranku tapi engkau tempatkan ku di tengah orang2 yang sangat peduli denganku seperti orangtuaku sendiri ya allah terimakasih ya allah... itu ucap ku sambil meneteskan air mata karena terharu melihat para keluarga baruku...
setelah sampai di rumah sakit orang rumah sakitanya terkejut dong karena takut ada apa karena banyak sekali yang mengantar (maklum ambon terkenal dengan kerusuhanya) pas di RST TK II setelah saya masuk ke RS para tetanggaku pun langsung pulang tersisa aku, mas polisi, sama mas TNInya, pas pertama mau di baringin aku menyempatkan ke toilet dulu untuk nabung... (ya sekali2 lah nabung di RS ha.aaaaaa). setelah itu saya di baringkan dan si perawat (tapi sayangnya dapet laki2 tak kira perempuan mungkin karena malem ya) pun memeriksa tekanan darah ku, terus dokternya memeriksa perutku. Eh udah tahu sakit pakek di teken-teken lagi ngak tau apa dia kalu sakit banget rasanya. Sudah di tingallah sebentar dalam hatiku bilang (alhamdulillah ngak di suntuk yes yes sambil agak tersenyum kegirangan sambil menahan sakit), eh ngak taunya dia kembali lagi dengan peralatan perangnya (waduh !!! gawat ini ya allah jangan di suntik please ya allah) ya ternyata dia mau nengani pasien sebelah ku yang masuknya lebih awal dari aku, (Alhamdulillah bukan aku), si perawatnya punpertamanya nanya2 sok akrap gitu, kamu kerja dimana bagiaan apa, ya kujawab aja di sini magang kuliah mas di polda bagian IT, katannya kebetulan dong ni aku coba wifi tapi kok ngak nyambung, tapi sayang kamu lagi sakit coba kalau ngak bisa minta bantuan, aku hanya bisa tersenyu he.eeee (sambil menahan sakit perut), datanglah masnya membawa 2 botol infus sama obat, (dalam hati ya allah di inpus deh semoga jarumnya ngak ada) terus sambil cerita2 sama saya dia semprot2 tu tanganku pekek alkohol (soalnya dingin) masih ngak ngeh kalau mau di tusuk jarum infus, dia bilang udah pernah di infus ya mas, (sambil merem karenga ngak kuat membuka mata) aku bilang aja belum pernah, trus ada rasa cenut gitu di tangan, dia bilang itu udah pernah di infus dan pas kuliat tangan ku udah ada infus aja nempel terus di rekatkanlah, dengan kayak plester gitu lah... ngak tau apa yang menghisap si infusnya masak dalam waktu 2 jam aja habis 2 botol infus masyaallah sekali itu infus ngak tau dah larinya kemana, udah 2 jam di obserfasi alhamdulillahnya aku boleh di bawa pulang ngak pakek obname, ya hanya bisa banyak2 bersyukur lah dengan allah dan berterimakasih kepada semua orang para keluarga baru ku yang sampai saat ini selalu memantau saya setiap harinya dan sampai sekarang pun aku ngak tau penyakit apa yang kuderita kemarin semoga ngak ada efeknya di masa2 yang akan datang, Aamiin... dan terimakasih yang teramat kepada ibu karena setelah sampai di kamar kos ku udah gnak ada lagi tu sisa2 kotoran yang telah ku buang semuanya rapi bersih dan wangi dan baju2 saya yang kotorpun beliau cuci bahkan bayu yang kena jekpotan saya..., sungguh ibu kau sengat baik padaku aku tak bisa membalasnya hanya allah SWT yang bisa membalasnya...
Terimakasih semua BETA CINTA SEMUA ORANG
KITA SEMUA BERSAOUDARA
                                                                                               
                                                                                                                                Ambon, Februari 2014



                                                                                                                                Penulis Pemula

- Copyright © Cerita Para Galauwers - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Aris -